Senin, 03 September 2012

new experience, Suramadu

2 september 2012,
Pagi itu aku bareng temen berencana bakal nganterin dia foto-foto di suramadu. Bukan ke Surabaya namanya kalau belum kesana #gitu sih kata orang. Oleh karena itu, selesai bersembahyang di Pura Kenjeran kita bakal pergi ke Suramadu. Berbekal Google Map yang ada di ponsel pintar milikku kita nekat pergi kesana. Mengingat temanku ini baru pertama ke Jawa, jadi sepanjang perjalanan kami berdua bagi tugas. Aku yang baru setahun di Surabaya akan mengendarai motor sedangkan temanku bertugas memberikan petunjuk jalan agar kita sampai di bawah Tol Suramadu. Maksudnya kami hanya berniat untuk foto saja, tanpa ingin menyebrang ke Madura. Dengan feeling yang cukup kuat, aku nekat sampai disana tanpa Peta Google. Beberapa km menuju gerbang tol akhirny aku mencari alamat jalan di bawah tol tersebut. Rupanya disana menunjukkan belok ke kiri sebelum Pintu Gerbang Tol Suramadu. Entah berapa jalan menuju belok ke kiri aku tanyakan pada temanku di belakang, "Apakah ini belok kiriny?"tanyaku. "Tentu saja bukan, disini menunjukkan belok kiri masih sangat jauh" begitu teriak temanku di belakang. Namun, ada papan di sebelah kanan menunjukkan bahwa kita akan memasuki Tol Suramadu. Temanku kembali berteriak, "Eh, kamu tau ga belok kirinya ternyata udah lewat di belakang." Nah lho, tanpa pikir panjang aku ikut mengantri di Gerbang Tol Suramadu, tak ada yang bisa dilakukan di tengah macetnya motor2 menuju Madura saat itu. "Apa kamu yakin bakal nyebrang ke Madura sana?"begitu temanku berteriak kembali. Dengan ketus ku jawab "Menurutmu apa yang bisa dilakukan perempuan pengendara motor yang sudah terlanjur masuk ke Jalan Tol yang super panjang ini? Apa di tengah laut ini kamu masih berpikir akan ada putar balik?". Sepanjang perjalanan aku hanya bisa berdoa, memohon agar diberi keselamatan, berharap agar angin yang berhembus di laut tidak kencang. Akhirnya dengan detakan jantung yang super cepat, aku mencoba memberanikan diri untuk melewati jembatan itu. Dari awal aku sudah ragu dengan tugas yang kami bagi. Aku sudah mengatakan bahwa tidak mudah memahami suatu hal tanpa kamu membiasakan diri terhadapnya. Begitu pula dengan ponsel kecil yang kumiliki. Namun akibat dari kepercayaan yang sangat tinggi itu, terbukti apa akibatnya. Nyawa dipertaruhkan. Dengan waktu tempuh sekitar 7-8 menit kita telah sampai di Madura. Tak mau kehilangan momen perjuangan mengarungi Tol Suramadu, aku meminta untuk difoto sebagai bukti bahwa aku telah melakukannya dengan baik. Tak mau lama-lama di Madura kami segera balik ke Surabaya dengan tangan hampa. Sepanjang perjalanan aku teringat dengan kata ibu sewaktu aku masih kelas 7SMP. "Nak, tidak ada di dunia ini orang bodoh. Yang ada hanyalah orang yang tidak mau berusaha untuk belajar." Beberapa kali aku peringatkan temanku."Lihatlah arah panah penunjuk arah disana, beritahu aku bilamana kita harus belok kiri maupun kanan." Sepanjang perjalanan hanya sedikit arah yang benar yang ditunjukkan hingga berakibat fatal pada akhirnya. Aku harus berjuang melawan trauma yang sering ku alami.  Aku mempasrahkan semuanya pada Tuhan. Traumaku terhadap laut dan ketinggian seakan terus membayang sepanjang jalan menuju Madura. Hanya satu yang aku pikirkan kala itu, Ibu, Bagaimanakah perasaan beliau saat ini, aku telah melanggar apa yang beliau katakan untuk jangan bepergian ke suramadu dengan mengendarai motor sendiri. Sampai di Surabaya hanya rasa syukur yang dapat kuucap untuk semua yang telah memberikan aku "This New Amazing Experience"
Love you mom, since i had a college in Sby, i always remember what you say. You are really meant to me :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar