Suatu hari aku bekerja dengan penuh semangat dan antusias. kuberikan seluruh kepercayaanku pada orang yang sudah kupercaya sejak dulu. Namun, entah apa yang terjadi. Seseorang datang sebagai asistennya. Tak pernah terpikirkan bahwa pekerjaanku akan dialihkan kepadanya. Dengan bekerja beberapa saat dia sudah mendapatkan kepercayaan besar. Waktu itu kami diberikan tugas yang sama. aku ditanya tentang keberadaan file penting di suatu tempat. Dan aku diminta mencarinya. Sudah ku perhatikan satu persatu, mencari dengan penuh ketelitian. Tapi apa daya, tak ku dapat file itu. Alhasil aku dimarahi. Aku pun melawan perkataannya, sehingga mengatakan "Siapa bilang file itu tersimpan disitu?" Dia menjawab dengan nama pekerja baru itu. "Kalau begitu suruh saja dia mencarinya, kalau ditemukan aku berikan tempatku padanya". Orang itu berkata "Aku percaya pada pekerja baru itu" Dengan penuh semangat, dia membuktikan perkataannya. Ku biarkan dia mencari. Selama itu aku merenungkan bahwa sebegitu cepatnya aku kehilangan kepercayaan orang yang sangat kupercaya itu. Dan aku berusaha untuk mengundurkan diri dari lingkungan seperti itu. Hingga beberapa lama, kudengar kabar bahwa tak ada yang menemukan file itu. Entah aku harus menangis karena kehilangan file penting, atau berteriak kegirangan karena perkataanku adalah benar pada saat itu. Apapun yang terjadi, aku sudah mengundurkan diri.
Minggu, 26 Agustus 2012
Minggu, 19 Agustus 2012
just be yourself
Sesungguhnya tidak ada yang ingin aku cari dan aku inginkan dari tempat ini. Aku ingin tetap tinggal disana, mencari semua kebebasan yang selalu kuimpikan selama ini.
Aku selalu menyadari bahwa sifat ku yang moody ini tidak akan pernah hilang. Disaat aku bekerja dengan penuh semangat, datang cobaan yang menguji mentalku hingga down. seketika aku tidak ingin menyentuh lagi pekerjaan itu.
Mungkin orang yang tidak mengerti akan sifatku yang seperti itu mengatakan bahwa aku sangat tidak cocok untuk seorang pemimpin. Ketika seseorang memberi tanggung jawab yang sangat besar padaku, akan kulakukan dengan sungguh-sungguh. Di tempat itulah aku bisa mengeksplorasi semua kemampuan yang aku punya. Aku memotret semua hal tanpa ada yang peduli. Aku membuat design tak peduli kata orang itu masih buruk. Aku memasak semua yang ingin kumakan tanpa peduli orang lain suka atau tidak. Kini aku bersyukur telah mempertemukan aku dengan tempat itu. Tempat dimana aku bisa menjadi diriku sendiri.
senang membantumu walau tak berarti baik bagimu
saat itu aku ingin sekali membantur kamu yang sedang kesusahan. Tidak tega melihat dirimu memikirkan semua permasalahan ini. Namun setiap ku ingin tahu apa yang mengganjal hatimu, kamu selalu bilang "tenang saja, semua pasti akan baik saja". Tak kusangka kamu menceritakan semuanya pada orang lain. Sedangkan aku sendiri yang sudah menganggapmu sebagai saudara tidak tahu apa - apa. Orang itu pun datang padaku dengan meminta tolong untuk mengerjakan suatu tugas. Disaat semua tugas telah selesai aku rtbaru mengetahui bahwa itu adalah perintah darimu. Kamu terlihat sangat berterima kasih pada orang itu, dimana aku masih berdiri tepat di sebelah orang itu. Saat itu kamu melihat padaku hanya sekilas tanpa memerhatikan sama sekali. Tampak sekarang kamu berjalan menjauh, aku dan dia mencoba mengikutimu dari belakang. Tak lama kamu kembali menoleh ke belakang dan berkata "sudah ku perkirakan kalau sampai aku memberikan tugas ini padamu tak akan ada penyelesaian terbaik seperti yang temanmu lakukan" sambil menunjuk ke arahku. Aku tidak tahu perasaan apa yang harus aku tunjukkan. Dengan kepala tertunduk aku mencoba melanjutkan jalan menuju keluar ruangan. Harusnya aku bahagia kalau tugas itu dapat diterima dengan baik. Tapi kenyataannya kamu menganggap yang mengerjakannya adalah dia. padahal aku yang mengerjakan semuanya.
Pernah terpikir, begitu bodohnya diriku sehingga semua orang nemanfaatkan kemampuanku. Bahkan hasilku tidak dianggap dan diakui bahwa hal itu adalah hasil kerja orang lain. Aku berharap suatu saat ada hal yang akan melihat baik pada diriku.
Beberapa hari setelah itu, kamu datang padaku dan mengatakan bahwa perasaanmu sudah lega. Dan kamu sangat kagum dengan tugas yang dia telah kerjakan. Bukan hanya dengan tugasnya, kamu juga semakin kagum dengan dia.