Mumpung lagi masa liburan ini enaknya Wiskun alias wisata kuliner.
Berhubung
sekarang lagi menuntut ilmu (alias kuliah) di Surabaya (singkat : Sby),
manfaatin waktu buat nyicipin makanan yang khas banget dari Sby *kalo bisa sih semuanya..haha.
Sewaktu keluar dari kos niatnya mau makan di daerah dekat Bundaran ITS,
lagi pengen banget sama terong sambel tomatnya yang paling TOP.
Sebelum itu, aku mesti jemput sahabatku dulu karena tadi udah janjian. Karena dia muslim jadi dia masih puasa, mesti nunggu dia sholat dan buka puasa dulu baru bisa jalan. Jam 5.30 sore aku udah siap jalan ke kosannya, sampe depan kosnya ternyata ada penjual jajanan buka puasa gitu. Klo udah laper aja langsung semangat liat makanan sama es nya :D
Tanpa babibu lagi langsung beli es buah sama camilan gitu sambil nunggu dia.
Akhirnya 6.30 kita berangkat ke daerah Mulyosari. Karena lama gak ketemu, sepanjang perjalanan kita curhat tentang apa yang kita alami selama beberapa hari itu. Nah, saking serunya cerita ini itu, sahabatku akhirnya memberanikan diri nanya sama yang ngendarain motornya alias Aku. "Eh, kita mau makan dimana nih?". Uppssss, ternyata aku terlalu bersemangat bawa motornya sampe2 kita udah di depan bundaran Pakuwon City :D
Dengan nada yang ga niat sebenernya, "ya udah kita cari di tempat lain.. hahahaha"
Tanpa babibu lagi langsung beli es buah sama camilan gitu sambil nunggu dia.
Akhirnya 6.30 kita berangkat ke daerah Mulyosari. Karena lama gak ketemu, sepanjang perjalanan kita curhat tentang apa yang kita alami selama beberapa hari itu. Nah, saking serunya cerita ini itu, sahabatku akhirnya memberanikan diri nanya sama yang ngendarain motornya alias Aku. "Eh, kita mau makan dimana nih?". Uppssss, ternyata aku terlalu bersemangat bawa motornya sampe2 kita udah di depan bundaran Pakuwon City :D
Dengan nada yang ga niat sebenernya, "ya udah kita cari di tempat lain.. hahahaha"
Akhirnya kita tiba di deretan makanan kaki lima dan berhenti di depannya.
Kita langsung memilih "Bakso" untuk makan malam hari ini.
Aku memesan Bakso kasar, sedangkan sahabatku Bakso halus pada ibu penjualnya. Walaupun kita sangat berbeda dalam citarasa makanan, tapi kita selalu kompak di lain hal :D
Kita langsung memilih "Bakso" untuk makan malam hari ini.
Aku memesan Bakso kasar, sedangkan sahabatku Bakso halus pada ibu penjualnya. Walaupun kita sangat berbeda dalam citarasa makanan, tapi kita selalu kompak di lain hal :D
Akhirnya bakso pun tersaji di meja kita, tanpa memerhatikan mas yang memberikan bakso itu. Saking lapernya kita tanpa memerhatikan kita berada di daerah mana. Palang di samping Gerobak bakso bertuliskan PASAR SUTOREJO.
Kita berdua kaget dan langsung tertawa, tanpa mengucapkan kata2 kita mengerti apa yang ditertawakan.
Sahabatku lalu membayar, sembari aku mengambil motor di parkiran.
Ga sengaja dia melihat Spanduk di sekitar gerobak itu. Sontak dia tertawa terbahak-bahak. Aku penasaran jadi ikut lihat, aku juga ga bisa nahan ketawa waktu itu.
Sepanjang Spanduk itu, setengahnya terpampang wajah mas yang melayani kita daritadi. Dengan tulisan di bawahnya "Mas Geston". lalu aku lihat lagi wajah mas yang melayani tadi, sontak ketawaku semakin kencang. Walaupun namanya mirip dengan pemain sepakbola Indonesia yang sering muncul di infotainment itu, namun jangan berharap akan melihat seperti itu. Wajah yang unik dan postur tubuhnya yang sangat berbeda dari pemain sepakbola.
Kita berdua kaget dan langsung tertawa, tanpa mengucapkan kata2 kita mengerti apa yang ditertawakan.
Sahabatku lalu membayar, sembari aku mengambil motor di parkiran.
Ga sengaja dia melihat Spanduk di sekitar gerobak itu. Sontak dia tertawa terbahak-bahak. Aku penasaran jadi ikut lihat, aku juga ga bisa nahan ketawa waktu itu.
Sepanjang Spanduk itu, setengahnya terpampang wajah mas yang melayani kita daritadi. Dengan tulisan di bawahnya "Mas Geston". lalu aku lihat lagi wajah mas yang melayani tadi, sontak ketawaku semakin kencang. Walaupun namanya mirip dengan pemain sepakbola Indonesia yang sering muncul di infotainment itu, namun jangan berharap akan melihat seperti itu. Wajah yang unik dan postur tubuhnya yang sangat berbeda dari pemain sepakbola.
Akhirnya kita pulang ke kos sembari mengingat kejadian yang sebentar itu.
Jauh - jauh makan malam niatnya dekat Bundaran ITS, akhirnya keterusan sampai di Sutorejo (kurang lebih 7,5km), akhirnya makan di bakso kaki lima, dan salah mengira pemilik kedai bakso itu. hahahaha
Jauh - jauh makan malam niatnya dekat Bundaran ITS, akhirnya keterusan sampai di Sutorejo (kurang lebih 7,5km), akhirnya makan di bakso kaki lima, dan salah mengira pemilik kedai bakso itu. hahahaha
NB : pantas saja ketika membayar ibu yang menerima uang selalu melirik mas yang melayani kami (Seakan sungkan). hahahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar